Rindu




 Sayup-sayup terdengar serenade..

Aku mencari suara itu
Aku rindu
******************
“Lagu ini lagu kita,” katanya. “Jangan pernah berhenti memainkannya. Aku akan mendengarkannya, setiap sore”.
Serenade, lagu senja
“Mainkan untukku. Ketika kamu rindu,” tambahnya. Tangannya dingin menyentuh pipiku. Dia mendesah, berat. “Senja selalu membuat rindu”.
Dan aku memainkannya
Tepat di saat matahari turun
Sampai awan-awan menjadi ungu. Lalu gelap
*****************
Aku mendengar Serenade
Bukan aku yang memainkannya
Juga bukan di senja hari
****************
“Maafkan aku,” desisnya sore itu. Jemariku berhenti kaku. Serenade terputus.
“Maafkan, aku tidak bisa meninggalkan dia”.
*****************
Aku masih mendengar Serenade
Bukan aku yang memainkannya
Juga bukan di senja hari
Rindu di waktu yang salah
*****************
“Maafkan aku,” suaranya parau. Matanya berpendar pedih. “Aku harus mengubur rinduku”.
“Maukah kamu memainkan mattinata untukku?” pintanya. “Lagu pagi untuk membuatmu melupakan rindu.”
Aku memainkan mattinata, bukan untuk melupakan rindu
Tapi dia tersenyum, dia kira aku melupakan rindu
“Mattinata, lagu patah hati,” lamunku. Senyumnya hilang. Aku tidak peduli.
Dan aku mendengar serenade
Aku rindu
~in~

Comments