Lupa


 “Kita akan bertemu. Segera..”


Aku masih ingat kalimat itu. Juga ingat tekanan pada setiap kata, menggantung di kata terakhir.

Dia tidak yakin dengan apa yang dikatakannya.

Segera...

Segera? Besok? Minggu depan? Tiga bulan lagi? Setahun?

Dia tidak menjawab, cuma tersenyum. Rasanya baru kemarin, sampai aku mengganti kalender. Ini kalender ketiga.

Kalender pertama, aku ingat karena dia yang memilihkan, bertema anak-anak kucing.

Kalender kedua, aku beli sendiri, lewat layanan belanja online. Temanya kucing hitam. Ada dua belas kucing hitam. Bulu panjang. Bulu pendek. Keriting. Kaki pendek. Mata hijau. Mata kuning. Semua ada.

Aku sulit mendapatkan kalender ketiga. Akhirnya aku beli dari abang yang berjualan di lampu merah.

Lagipula sudah tidak pernah melihat kalender, aku menghibur diri sendiri.

Kalender kertas biasa. Dengan kotak-kotak berisikan angka-angka. 1 sampai 30 untuk bulan April, Juni, September, dan November. 1 - 29 untuk bulan Februari tahun ini. 1 - 31 untuk sisanya.

Di bawah angka-angka itu ada hari-hari penanggalan Jawa.

Kalender jadi sekedar barang yang seharusnya ada di rumah. Dan akan diturunkan di akhir tahun dalam keadaan mulus.

*******

“Kita akan bertemu. Segera...”

Akhirnya aku lupa.

-i-
3921

Comments